Our Short Getaway part 1

Ehmmm.. Ini sebenernya super latepost yah.. Tapi better late than never kan..

Jadi ceritanya tanggal 3-4 Mei kemaren saya dan Fadli pergi ke Bali dalam rangka mewujudkan rencana kami berlibur dan nyari quality time untuk kami berdua tanpa Kirana. loh?!?! Tega amat sih anaknya ditinggal2 gitu? Ya ngga tega donk.. Karena emang kami seumur2 semenjak punya Kirana belum pernah pergi berduaan liburan gitu, dan kami pikir pergi liburan berduaan ini perlu karena untuk menjaga dan memelihara hubungan kami berdua as husband and wife. Pergi berduaan nonton film box office di bioskop sementara Kirana ditinggal dirumah sih ya pernah walau ga sering juga. Tapi kan ini beda ya, kali ini pergi berdua dan nginep tanpa Kirana. Ya karena semenjak punya Kirana kan saya sekaligus menyandang status sebagai ibu rumah tangga, jadi ngga terikat sama kewajiban-kewajiban sebagai karyawaan perusahaan yang mengharuskan dinas menginap di luar kota sampe harus ninggalin Kirana. Jadi setelah Kirana berumur dua tahun dan sudah lepas ASI sepenuhnya, inilah saatnya saya mencari ‘me time’ sekaligus juga mengajarkan Kirana untuk

Setelah melewati diskusi yang panjang dan lebar serta penuh pertimbangan dengan fadli, terpilihlah Bali sebagai sasaran short getaway kami. Dan sepakatlah kami untuk menginap 2 hari 1 malam!! (yaelahhh udah diskusi panjang lebar kirain liburannya mau seminggu lebih gituhh). Bwahahaha.. Yah namanya juga pengalaman ninggalin Kirana pertama kalinya pake nginep. Jadi sang ayah emang belum sepenuhnya tega ninggalin, apalagi kalo ninggalinnya lebih dari 48 jam. Yowes lah daripada ngga sama sekali, hayuk mari dijabanin (very) short getaway kami ini.Voucher menginap sudah ditangan. oiya untuk hotel kami memilih membeli voucher di salah satu situs online yang menawarkan harga discount yang biasanya berlaku untuk hotel-hotel baru. Dan untuk tiket pesawat, berhubung Fadli kerja di salah satu airlines yang memiliki fasilitas standby ticket untuk karyawannya, jadilah kami memanfaatkan fasilitas tersebut dengan mengharuskan kami untuk datang dan standby di check in counter di bandara dan menunggu sampai check in counter tutup untuk melihat ketersediaan kursi di jam penerbangan yang kami inginkan. Kirana kami titipkan pada kakek-neneknya dirumah. Ya ada untungnya juga kami masih tinggal bareng orang tua saya, jadi untuk urusan nitipin Kirana jadi lebih mudah.

Tanggal 3 Mei subuh-subuh berangkatlah kami menuju bandara. Berhubung short getaway kami ini bener-bener short, jadi kami berencana untuk memaksimalkan waktu liburan kami, jadi saya dan Fadli memilih untuk berangkat dengan jadwal penerbangan paling pagi. Alhamdulillah, kursi dengan jadwal penerbangan yang kami inginkan masih tersedia yaitu pukul 6.25. Berangkatlah kami cussss menuju Bali. Deg-degan sampe mual saking excited nya. hihihih norak ya kayak ABG lagi jatuh cintrong.

Kaki-kaki bahagia menunggu flight ke bali

 

8.35 waktu Bali.

Horeeeee… touched down at Pulau Dewata. Mendarat di Bandara International I Gusti Ngurah Rai dengan selamat. Alhamdulillah. Perhentian pertama kami begitu mendarat di Bali adalah Pantai Pandawa. Hmmm.. emang udah rada kesiangan sihhh.. tapi berhubung liburan kali ini tanpa anak, jadi ya cuek-cuek aja lah ke pantai di pagi yang terik, palingan kulit jadi gosong sedikit. Perjalanan menuju Pantai Pandawa dari Bandara memakan waktu 15 menit kayaknya. Kami soalnya lewat Tol yang baru itu loh.Yang menghubungkan Bandara dengan area Nusa Dua. untuk yang tertarik ke Pantai Pandawa, dapat melihat arahan menuju lokasinya disini

Gerbang Tol Ngurah Rai

 

Pemandangan dari dalam Tol Ngurah Rai

 

Memasuki area Pantai Pandawa, kami melewati tebing-tebing kapur seperti bisa kita lihat di area GWK. Konon dulunya pantai ini bernama secret beach karena lokasinya yang terpencil dan tertutup tebing, sehingga hanya segelintir orang, tentunya terutama wisatawan asing yang mengetahui lokasi pantai ini, dan dimanfaatkan untuk surfing, canoeing, atau sekedar sunbathing. Namun setelah semakin banyak orang yang mengetahui lokasi pantai Pandawa ini, maka pihak pemerintah daerah Kota Badung segera mengambil alih dan menjadikan pantai Pandawa ini sebagai salah satu obyek wisata yang terletak di Badung, sehingga dibuatlah jalanan yang lebih bagus dan dibangunlah patung-patung pandawa.

 

Mejeng dulu di spot paling tenar menuju gerbang pantai Pandawa

Mejeng dulu di spot paling tenar menuju gerbang pantai Pandawa

 

Sebelum turun ke pantainya, bolehlah selfie dulu sambil nunjukin pemandangan pantai yang indah di bawah  tebing

Sebelum turun ke pantainya, bolehlah selfie dulu sambil nunjukin pemandangan pantai yang indah di bawah tebing

 

Berfoto disalah satu patung Pandawa

Sesampainya di pantai Pandawa kurangĀ  lebih pukul 09.05, dan matahari udah cukup sangat super panas. Tapi ya namanya turis yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke pantai yang lagi famous ini cuek-cuek aja ditantangin sama matahari. Untungnya udah bermodal sunblock yang dioleskan di badan pada saat perjalanan menuju pantai. (walau kayaknya ngga ngaruh sih). Oiya, di pantai Pandawa ini kita bisa menyewa 2 kursi pantai dengan 1 payung seharga Rp 50.000,- dan bisa dipakai sepuasnya, mau dipake sambil nunggu kita berenang, surfing, canoing, atau berjemur sambil menyeruput kelapa muda langsung dari batoknya atau sampe kulit gosong juga boleh. Lumayan lah yaaa masih terjangkau harganya.

 

Setelah puas menikmati pemandangan pantai yang lagi super terik itu, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami berikutnya yaitu, makaaannn siang. Tunggu postingan saya berikutnya yaaahh….

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s